Kenapa Si Kecil Menangis Saat Ditinggal? Kenalan dengan Separation Anxiety
on July 22, 2026

Kenapa Si Kecil Menangis Saat Ditinggal? Kenalan dengan Separation Anxiety

Pernah nggak sih Parents mau ke kamar mandi sebentar aja, eh Si Kecil udah nangis histeris kayak ditinggal selamanya? Padahal cuma pergi 2 menit! Kalau iya, Si Kecil kemungkinan besar lagi mengalami yang namanya separation anxiety, alias cemas berpisah.

Separation anxiety adalah rasa cemas atau takut yang muncul saat Si Kecil berpisah dari sosok yang paling dekat dengannya, biasanya Parents. Ini tahapan perkembangan yang normal, bukan tanda Si Kecil manja atau kelekatan yang salah. Justru ini tanda bonding yang sehat antara Parents dan Si Kecil.

Kapan Separation Anxiety Biasanya Muncul pada Anak?

Separation anxiety umumnya mulai muncul di usia 6-8 bulan, memuncak di usia 10-18 bulan dan berangsur mereda seiring Si Kecil belajar bahwa Parents akan selalu kembali. Setiap anak punya waktunya masing-masing, jadi wajar kalau intensitas dan durasinya berbeda-beda antara satu anak dengan anak lainnya.

Kenapa Si Kecil Bisa Mengalami Separation Anxiety?

Separation anxiety justru muncul karena perkembangan kognitif Si Kecil yang semakin matang. Di usia ini, Si Kecil mulai memahami konsep object permanence, kesadaran bahwa sesuatu tetap ada meski tidak terlihat.

Sebelum memahami konsep ini, Si Kecil menganggap Parents menghilang saat keluar dari ruangan. Setelah paham object permanence, Si Kecil justru sadar Parents ada di suatu tempat, tapi belum tahu kapan akan kembali. Rasa tidak pasti inilah yang memicu kecemasan.

Program Explorer 7-12 Bulan dirancang untuk mendukung tahap kognitif ini, termasuk lewat permainan petak umpet sederhana yang melatih pemahaman object permanence Si Kecil secara bertahap.

Apa Saja Tanda-Tanda Separation Anxiety pada Anak?

Beberapa tanda yang umum terlihat:

  • Menangis atau rewel saat Parents akan pergi, bahkan untuk sesaat
  • Menempel erat pada Parents dan menolak digendong orang lain
  • Sulit tidur atau sering terbangun malam hari
  • Cemas berlebihan di lingkungan atau dengan orang yang belum dikenal

Kapan Perlu Berkonsultasi dengan Profesional?

Sebagian besar separation anxiety adalah bagian normal dari tumbuh kembang dan akan mereda dengan sendirinya seiring waktu. Namun, ada beberapa tanda yang sebaiknya didiskusikan dengan dokter anak atau psikolog anak, misalnya kecemasan yang masih sangat intens setelah usia 3 tahun, mengganggu aktivitas harian seperti makan atau tidur dalam waktu lama, atau disertai gejala fisik seperti mual dan sakit kepala setiap kali akan berpisah. Ini bukan berarti ada yang salah dengan Si Kecil atau cara Parents mengasuhnya. Profesional bisa membantu memastikan penyebabnya dan memberi dukungan yang tepat.

Bagaimana Cara Membantu Si Kecil Menghadapi Separation Anxiety?

Kabar baiknya, ada beberapa cara yang bisa Parents lakukan untuk membantu Si Kecil melewati fase ini dengan lebih tenang.

Buat ritual perpisahan yang konsisten. Ucapkan salam perpisahan singkat dan konsisten setiap kali pergi, misalnya pelukan singkat dan "sampai nanti ya". Hindari menyelinap pergi tanpa pamit. Ini justru bisa membuat Si Kecil makin cemas karena merasa tidak bisa memprediksi kapan Parents akan menghilang.

Latih berpisah secara bertahap. Mulai dari durasi singkat, seperti keluar ruangan sebentar lalu kembali. Ini membantu Si Kecil belajar bahwa Parents selalu kembali, sehingga rasa percaya dirinya terhadap keberadaan Parents makin kuat.

Kenalkan rutinitas dan cerita yang menenangkan. Rutinitas yang bisa diprediksi membuat Si Kecil merasa lebih aman. Sesi membaca buku cerita bersama sebelum Parents pergi atau sebelum tidur bisa jadi momen bonding yang menenangkan sekaligus melatih rasa aman Si Kecil. Storytelling Series dari Learning Time bisa jadi teman rutinitas harian yang konsisten untuk Si Kecil.

Kenalkan emosi sejak dini. Membantu Si Kecil mengenali dan menamai perasaannya, termasuk rasa cemas saat berpisah, bisa meringankan intensitas separation anxiety seiring waktu. Emomo Emotion Cards bisa membantu Parents mengenalkan emosi dasar seperti sedih, takut dan cemas dengan cara yang mudah dipahami Si Kecil.

Tetap tenang saat berpamitan. Si Kecil bisa menangkap kecemasan Parents. Semakin tenang dan percaya diri Parents saat berpamitan, semakin mudah pula Si Kecil menyerap ketenangan itu.

Separation anxiety adalah tahapan normal dalam tumbuh kembang Si Kecil dan tanda bahwa bonding antara Parents dan Si Kecil berjalan baik. Dengan rutinitas yang konsisten, latihan bertahap dan pengenalan emosi sejak dini, Si Kecil akan belajar bahwa perpisahan itu sementara dan Parents akan selalu kembali. Setiap anak punya waktu penyesuaian masing-masing, jadi bersabar ya, Parents. Fase ini akan berlalu seiring rasa percaya diri Si Kecil yang terus tumbuh.