Parents pasti sudah sering dengar anjuran dokter anak atau bidan: "jangan lupa tummy time, ya." Tapi begitu dicoba di rumah, Si Kecil malah menangis setelah beberapa detik, kepalanya belum kuat terangkat, dan Parents jadi ragu apakah sudah dilakukan dengan benar. Wajar kok — tummy time memang salah satu momen stimulasi yang paling sering disalahpahami, padahal manfaatnya besar untuk fondasi motorik dan sensorik Si Kecil di tahun pertama kehidupannya.
Artikel ini akan membahas kapan waktu yang tepat untuk memulai, berapa lama durasi yang ideal, cara mengatasi bayi yang rewel saat tengkurap, sampai perlengkapan yang bisa bikin sesi ini lebih nyaman dan menyenangkan — baik untuk Si Kecil maupun Parents.
Tummy time adalah aktivitas meletakkan bayi dalam posisi tengkurap saat terjaga dan dalam pengawasan. Sederhana, tapi dampaknya luas: posisi ini melatih otot leher, bahu, punggung, dan lengan yang menjadi bekal utama sebelum Si Kecil bisa mengangkat kepala dengan stabil, berguling, merangkak, lalu berjalan.
Lebih dari sekadar motorik, tummy time juga melatih sisi sensorik. Saat tengkurap, sudut pandang bayi berubah total — ia belajar memfokuskan penglihatan pada objek di depannya, melatih koordinasi tangan saat meraih mainan, dan merespons suara dari arah yang berbeda. Kombinasi motorik kasar dan stimulasi sensorik inilah yang membuat tummy time jadi salah satu aktivitas paling direkomendasikan di enam bulan pertama.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Mulai?
Tummy time sebenarnya bisa dimulai sejak hari-hari pertama pulang dari rumah sakit, selama dilakukan dalam pengawasan penuh dan Si Kecil dalam kondisi terjaga serta tidak baru selesai menyusu. Di minggu-minggu awal, sesi cukup dilakukan 1-2 menit saja, beberapa kali sehari. Tidak perlu memaksakan durasi panjang — yang penting konsisten.
Seiring bertambahnya usia dan kekuatan ototnya, durasi bisa ditingkatkan bertahap menjadi 3-5 menit per sesi, dilakukan 2-3 kali sehari. Memasuki usia 3-4 bulan, banyak bayi sudah bisa menikmati sesi 10-15 menit karena kontrol kepala dan lehernya semakin baik.
Yang perlu diperhatikan, tummy time sebaiknya selalu dilakukan saat Si Kecil dalam kondisi terjaga dan diawasi penuh — tidak pernah dibiarkan tengkurap sendirian, apalagi saat tidur. Pilih waktu ketika Si Kecil sedang dalam mood baik, misalnya setelah tidur siang atau sekitar 30 menit setelah menyusu, supaya sesi tidak terganggu rasa kenyang atau kantuk.
Mengatasi Bayi yang Rewel Saat Tengkurap
Kalau Si Kecil langsung menangis begitu diposisikan tengkurap, Parents tidak sendirian — ini reaksi yang sangat umum, terutama di awal. Beberapa hal yang bisa dicoba:
Mulai dari durasi yang sangat singkat, bahkan 30 detik pun tidak masalah, lalu tingkatkan perlahan seiring Si Kecil terbiasa. Lakukan di permukaan yang nyaman namun cukup padat, bukan di kasur empuk yang membuat tubuhnya tenggelam. Gunakan alas atau bantal pendukung yang dirancang khusus agar posisi dada dan lengan lebih terangkat sehingga Si Kecil tidak cepat lelah — ini juga alasan kenapa banyak Parents mengandalkan bantal ergonomis seperti Tummy Time Pillow, yang terdiri dari dua bagian bantal yang bisa dipakai terpisah maupun bersamaan mengikuti tahap kemampuan Si Kecil.
Hadirkan sesuatu yang menarik perhatian di depannya. Bayi baru lahir sampai usia beberapa bulan sangat tertarik pada pola kontras tinggi hitam-putih karena penglihatannya belum sepenuhnya berkembang untuk menangkap warna-warna lembut. Alat bantu seperti Tummy Time Stand yang menampilkan kartu-kartu pola kontras tinggi bisa membantu Si Kecil betah lebih lama karena ada fokus visual yang menstimulasi sekaligus mengalihkan perhatiannya dari rasa tidak nyaman di awal.
Melengkapi Sesi dengan Stimulasi Pendengaran dan Sentuhan
Selain visual, indra pendengaran dan sentuhan juga berperan besar dalam menjaga Si Kecil tetap tertarik selama tummy time. Mainan yang mengeluarkan suara lembut saat digerakkan, seperti Spinning Fruit Drum, bisa jadi teman sesi tengkurap — lima sisi drum dengan warna dan tekstur berbeda mengajak Si Kecil melatih koordinasi tangan sekaligus fokus pendengaran saat drum diputar dan mengeluarkan bunyi kerincing lembut.
Prinsipnya, semakin banyak indra yang terlibat dalam satu sesi bermain, semakin kaya rangsangan yang diterima otak Si Kecil untuk membentuk koneksi saraf baru. Ini sebabnya Parents tidak perlu membatasi tummy time hanya sebagai latihan otot — jadikan momen ini sesi eksplorasi multisensori yang menyenangkan.
Parents juga bisa bergantian memosisikan mainan di sisi kiri dan kanan Si Kecil selama sesi berlangsung. Cara ini melatih Si Kecil menggerakkan kepala ke dua arah secara seimbang, sekaligus mencegah kecenderungan hanya menoleh ke satu sisi yang kadang muncul jika stimulasi selalu datang dari arah yang sama.
Lanjutkan Stimulasi Saat Si Kecil Mulai Eksplorasi Aktif
Begitu Si Kecil melewati fase tummy time dan mulai bisa duduk serta meraih benda dengan lebih terkoordinasi — umumnya sekitar usia 4 bulan ke atas — stimulasi sensorik bisa dilanjutkan lewat buku interaktif bertekstur. Buku seperti What Fruit? mengenalkan ilustrasi dan tekstur berbagai buah, melatih sensor rabaan sekaligus mengenalkan kosakata baru sejak dini.
Memasuki usia 12 bulan ke atas, saat rasa ingin tahu Si Kecil semakin besar, buku dengan elemen mencari dan menebak seperti To The Jungle I Go! mendukung eksplorasi imajinasi lewat aktivitas mencari bayangan hewan — melatih fokus visual, kemampuan berpikir, dan menjadi momen bonding lewat storytelling bersama Parents.
Tummy Time Adalah Awal, Bukan Akhir
Yang perlu Parents ingat: tummy time bukan target yang harus "selesai" secepat mungkin, melainkan fondasi bertahap yang dibangun sedikit demi sedikit setiap hari. Tidak apa-apa jika progresnya lebih lambat dibanding bayi lain — setiap anak punya ritmenya sendiri. Yang terpenting adalah konsistensi, kenyamanan, dan kehadiran Parents di setiap sesi.
Kalau Parents sedang mencari perlengkapan yang bisa membuat sesi tummy time dan stimulasi sensorik Si Kecil lebih terarah, LearningTime menyediakan rangkaian produk yang dirancang sesuai tahap usia — mulai dari Tummy Time Pillow dan Tummy Time Stand untuk newborn, Spinning Fruit Drum untuk stimulasi pendengaran dan koordinasi tangan, hingga buku interaktif What Fruit? dan To The Jungle I Go! untuk tahap eksplorasi berikutnya. Yuk, jelajahi koleksi lengkapnya di learningtime-id.com dan temukan mainan yang paling pas untuk tahap tumbuh kembang Si Kecil saat ini.
