Penyebab Anak Terlambat Bicara

Keterlambatan bicara atau speech delay pada anak memang kerap membuat orang tua khawatir ya, Moms. Terlebih, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sekitar 5-8 persen anak usia prasekolah mengalami keterlambatan bicara. 

Ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab Si Kecil terlambat bicara yang harus Moms perhatikan. Yuk simak!


Faktor Biologis Pada Area Mulut

Keterlambatan anak bicara dapat mengindikasikan terjadi masalah pada area mulut dan lida, atau langit-langit. Dalam kondisi yang disebut ankyloglossia (pengikat lidah) ini, lidah anak terhubung ke dasar mulut.

 

Terbiasa pada Gadget Sejak Bayi

Gadget seringkali menjadi senjata untuk menenangkan Si Kecil yang sedang rewel atau tidak bisa tenang saat Anda sedang sibuk melakukan pekerjaan lain. Namun, ternyata gadget dapat menghambat kemampuan bicara anak! 

Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Catherine Birken, senior investigator dan profesor dokter anak di University of Toronto, menemukan fakta bahwa terlalu sering bermain gadget (baik itu smartphonetablet, atau tv) dapat membuat anak usia 6 bulan hingga 2 tahun mengalami keterlambatan bicara. Hal ini karena komunikasi dengan gadget hanya berlangsung 1 arah.

 

Jarang Mengajak Si Kecil Berbicara

Berbicara merupakan sebuah keterampilan yang perlu sering dilatih dan dipraktikkan. Untuk membuat Si Kecil lancar berbicara, Moms dan Dads perlu sering mengajaknya berbicara, bahkan sejak ia masih bayi. Kata-kata yang didengarnya akan tertanam di memori dan menjadi bekal dasar dalam perkembangan bicara dan bahasanya.

Ajak anak berbicara sesering mungkin mengenai apa pun dan kapan pun. Hal ini bisa membantu menambah kosa kata Si Kecil. Sebaliknya jika Anda jarang berbicara dengan anak, hal ini akan membuatnya hanya memiliki sedikit kosa kata yang tentu saja akan berdampak pada kelancarannya dalam berbicara.

 

Berbicara dengan Bahasa Bayi

Meskipun Si Kecil belum bisa berbicara, bukan berarti Anda sengaja menggunakan Bahasa bayi ketika berkomunikasi dengan Si Kecil.

Saat belajar bicara, penting bagi Si Kecil untuk mendengarkan orang-orang di sekitarnya berkomunikasi menggunakan bahasa yang baik dan benar. Dengan begitu, ia pun akan terbiasa mengucapkan setiap kata yang dipelajarinya dengan jelas dan tepat.

 

Jarang Membacakan Anak Buku Cerita

Seringlah membacakan anak buku cerita sejak Si Kecil masih bayi. Studi menunjukkan bahwa anak yang sering dibacakan cerita sejak bayi akan memiliki kosakata lebih banyak dibandingkan anak yang jarang dibacakan cerita.